Jumat, 06 Mei 2011

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN
Analisis kinerja perusahaan antara lain dapat dita amati melalui serangkaian analisis terhadap laporan keuangan:
1.   Laporan neraca keuangan.
2.   Laporan laba rugi.
3.   Laporan COGS atau laporan harga pokok penjualan.


Neraca Keuangan (balace sheets) adalah gambaran posisi keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu, neraca tidak menggambarkan posisi setiap saat secara terus menerus.
Ada dua pokok yang digambarkan dalam neraca, yaitu:
1.  Aktiva: semua harta yang dimiliki perusahaan.
2.  Pasiva: kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan kepada pihak ketiga.
Posisi keuangan antara harta dan kewajiban di dalam neraca harus seimbang.

Neraca dibuat untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan tersebut berjalan:
1.  Aspek likuiditas:
a)  yaitu kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya (solvency).
b)  keseimbangan penggunaan modal (stability).
c)  komposisi modal termasuk sisa laba dan asset yang telah dimiliki.

Neraca juga digunakan sebagai dasar pertimbangan cara pembiayaan investasi yang akan datang.
Informasi yang dimuat dalam neraca keuangan adalah:
1.  Aset:
a)  kewajiban (liabilities).
b)  Modal (equity).
Aset dibedakan menjadi dua:
(1)        current assets biasa disebut dengan asset liquit adalah semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dalam bentuk kas atau dapat dicairkan  segera dalam periode siklus operasional suatu bisnis. Periode siklus operasional suatu bisnis adalah periode pengubahan bahan baku sampai menjadi barang jadi. Current asset meliputi: uang tunai (cash), surat berharga (marketable securities), piutang dagang (account receivables), persediaan (inventory) baik dalam proses maupun dalam bentuk barang jadi, dan biaya dibayar dimuka
(2)    long term assets adalah lebih panjang dibandingkan dengan current assets. Long term assets dibagi dua:
(a)  tangible fixed assets berupa: tanah, bangunan, mesin, peralatan, kendaraan.
(b)    intangible fixed assets berupa: hak paten, brand equity, goodwill.

Liabilities:
1.  Semua kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan kepada para kredituor.
2.  Liabitities muncul akibat pinjaman uang atau pembelian barang dalam bentuk kredit.
3.  Pembayaran upah.
4.  Pembayaran bunga.
5.  Pembayaran pajak.
Liabilities terdiri dari dua bentuk: (1) current liabilities dan (2) long term liabilities.

Pasiva Lancar (Current Liabilities):
Semua kewajiban yang harus dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Kewajiban Ini terdiri dari:
1.  Utang dagang.
2.  Pinjaman jangka pendek.
3.  Pajak.
4.  Biaya yg hars dibayar.
5.  Uang muka.

A.     ANALISIS NERACA
1.      Modal Kerja (Net Working Capital):
·       Dihitung berasarkan perbedaan antara total current assets dan total current liabilities.
·       Bagi pengusaha semakin kecil saldo ini semakin baik, karena ini berarti dana dapat digunakan secara efektif. Tetapi bagi investor atau kreditor, semakin besar saldo yg terjadi semakin baik karena perusahaan akan lebih lancar dalam memenuhi kewajibannya.

       Total Current Assets
a. Current Ratio      =
                                      Total Current Liabilities

Rasio ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dapat melunasi hutang jangka pendeknya. Semakin besar rasio yang diperoleh, semakin lancar hutang pembayaran jangka pendeknya.


CONTOH :
    Inventories (Rp):
            Bahan baku                            460
            Bahan baku dlm proses        230
            Barang jadi                             465
            Total Persediaan                 1.155
            Cash & bank balance            545
            Other                                         42

            Total Current Assets           1.742                
Hutang jangka pendek (Rp):
            Trade creditors                      275
            Provisi                                    289
            Total Current Liabilities         564
Short term: bank borrowing              825
                             Current Assets
Current Ratio =
                            Current Liabilities
                               1.742
                        =                          = 1,254:1
                            564+825

Analisis:
·       Berdasarkan standar rasio yg biasa digunakan, umumnya perbandingan curren ratio yg dianggap liquid adalah 2.
·       Dlm kasus diatas, perusahaan memiliki current ratio sebesar 1,254:1, artinya komposisi hutang sudah sangat besar dibandingkan dengan harta lancar yg dimiliki perusahaan (yaitu sebesar 79,7% atau mendekati 100%).
·       Current ratio merupakan cerminan batas pengaman (margin of safety) bagi kreditor.
·       Semakin besar nilai current ratio, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban pada kreditor.
·       Batasan current ratio 2:1 tdk boleh diartikan secara kaku. Perusahaan yg memiliki current ratio kurang dari 2 dpt saja memiliki likuiditas yg sangat baik karena kualitas kemampuan membayar perusahaan sangat tinggi.

Formula di atas tdk menyertakan inventory, apabila menyertakan inventory dapat menggunakan formula:



       Total Quick Assets
b. Quick Ratio =
                                      Total Current Liabilities

Total Quick Assets = total current assets – inventory.

·       Perhitungan QR lebih akurat disbanding dengan CR, karena sudah memperhitungkan inventory.
·       QR yg baik tidak kurang dari 100%. Apabila QR kurang dari 0,75 perusahaan berarti tdk dpt menutup hutang lancarnya dengan segera karena harta lancar (setelah dikurangi dg persediaan) nilainya hanya 75% dari jml hutang.

               1.7421.155
    QR =                                = 0,42:1
                    1.389

Analisis:

·       Pada umumnya QR = 2:1, mencerminkan kondisi keuangan yg cukup baik.
·       Semakin besar QR semakin baik kondisi keuangan perusahaan.
·       Kasus diatas QR relatif rendah, yaitu sebesar 0,42; perusahaan kemungkinan akan mengalami kesulitan liquiditas cukup besar. Jalan keluarnya adalah mempercepat tingkat perputaran persediaan.

2.      Perputaran Persediaan (Inventory Turnover):
·       Persediaan barang dagangan (merchandise goods)
              Cost of Good Sold
      Perputaran persediaan=
                                            Average merchandise inventory


Perusahaan manufaktur yg menggunakan proses pengolahan untuk menghasilkan suatu produk (bhn baku menjadi barang jadi), memiliki 3 jenis persediaan:
(1)        Persediaan bahan baku
(2)        Persediaan barang dalam proses
(3)        Persediaan barang jadi

3.      Rasio Hutang:
Penggunaan hutang yg efisien adalah penggunaan dg biaya yg cukup untuk memaksimalkan laba.

Terdapat 2 rasio hutang untuk alat analisis:
(1)    Total hutang dibagi dg total aktiva
Rasio ini membandingkan total hutang (hutang jangka pendek + hutang jangka panjang) dengan total aktiva, shg dpt mengetahui prosentase total hutang seluruhnya dibandingkan total aktiva yg dimiliki oleh perusahaan.

(2)    Total hutang dibagi modal sendiri (equity) Rasio ini menunjukkan hubungan antara posisi kreditur dan pemilik. Semakin besar rasio antara total hutang dan modal sendiri, semakin sulit bagi perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya dan mengembangkan usaha.

4.      Piutang:
Ukuran untuk analisis piutang adalah rasio collection period atau periode penerimaan tagihan. Semakin cepat periode penerimaan tagihan berarti perusahaan tersebut semakin baik.
Formula untuk menghitung periode penerimaan tagihan:
(1)    Mencari jumlah rata-rata nilai penjualan setiap hari
Total penjualan per thn
                                              =rata-2 penjualan/hari
             360 hari

(2)    Periode penerimaan tagihan
            Piutang
                                              = ……… hari
       Rata-2 penjualan/hari

CONTOH KASUS:
Modal yg ditanamkan dlm sebuah bisnis adalah sebesar Rp 150 juta . Modal ini sebesar Rp 150 juta ini merupakan posisi awal dari kas yg dimiliki oleh perusahaan. Seandainya bagian dari modal ini dibelikan beras sejumlah Rp 80 juta, yg dijual kembali dan seluruhnya laku terjual dengan nilai Rp 100 juta, dg mudah menyusun laporan keuangan sebagai berikut:

a.  Laporan Laba Rugi
Penerimaan dari hasil penjualan       Rp 100 juta
Pengeluaran pembelian beras          Rp   80 juta
Laba (Rugi)                                         Rp   20 juta

b.  Laporan Neraca
Aktiva                                         Pasiva
Kas                       Rp 170 juta                           Modal Pemilik  Rp 150 juta
                                                                              Laba ditahan    Rp   20 juta
Total Aktiva        Rp 170 juta                           Total Pasiva      Rp 170 juta         
Selanjutnya perusahaan memperbesar usahanya dg membeli beras lebih banyak lagi. Modal perusahaan ditambah sebesar Rp 250 juta, sehingga modal yg dimiliki oleh perusahaan sekarang adalah:
    Rp 150 juta + Rp 250 juta      = Rp 400 juta

Sebagian modal ini dibelikan beras lagi seharga Rp 350 juta. Perusahaan berhasil menjual beras dagangan dari senilai Rp 160 juta menjadi Rp 200 juta. Sisa barang yg belum terjual disimpan sebagai persediaan.

Laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a.  Laporan Laba Rugi
Penerimaan dari hasil penjualan   Rp 200 juta
Pengeluaran pembelian bahan     Rp 160 juta
Laba (Rugi)                                     Rp   40 juta



b.  Neraca
Aktiva                                     Pasiva
Kas                             Rp 270 juta               Modal Pemilik  Rp 420 juta
     170 (awal)                                                                              170 juta
  + 250                                                                                       + 250 juta
  - 350
  +200
    270                                                                                           420 juta
Persediaan
(350-160)                   Rp 190 juta         Laba ditahan     Rp    40 juta
Total Aktiva              Rp 460 juta        Total Pasiva    Rp   460 juta
           
Selanjutnya perusahaan terus mengembangkan usahanya agar lebih besar lagi. Untuk itu perusahaan mengembangkan usaha dengan membeli gudang yang sekaligus untuk tempat penjualan sebesar Rp 2,4 milyar. Pada periode ini perusahaan menambah modalnya lagi sebesar Rp 450 juta. Sedangkan uang untuk membeli gudang diperoleh dari pinjaman tanpa bunga dicicil selama 2 tahun, dan sebesar Rp 100 juta setiap bulan.
Beras dagangan yg dibeli seluruhnya berjumlah Rp 750 juta. Total penjualan yg berhasil diperoleh adalah Rp 300 juta untuk barang dagangan senilai Rp 240 juta. Selain itu untuk menjaga gudangnya agar terjaga dari penjarahan, perusahaan membayar keamanan untuk 1 tahun sebesar Rp 50 juta.
Laporan keuangan adalah:
a.  Laporan Laba Rugi
Penerimaan dari hasil penjualan           Rp 300 juta
Pengeluaran pembelian beras              Rp 240 juta
Laba (Rugi)                                             Rp   60 juta
b.  Laporan Neraca:
Aktiva                                     Pasiva
Kas                       Rp 220 jt        Pinjam jk panjang  Rp 2,4 mil
   270 (awal)                                Modal Pemilik         Rp 910 juta
+ 450                                            460
- 750                                        + 450
-   50                                                 
+ 300
  220                                           910      
Persediaan
(350-160)+                 Rp 700 jt          Laba ditahan             Rp  60 juta          
(750-240)
Biaya dibayar
Di muka                     Rp  50 jt
Tot. Aktiva Lancar Rp 970 jt
Tot. Aktiva Tetap    Rp 2,4 mly
Total Aktiva              Rp 3,37 mly      Total Pasiva              Rp 3,37 mly









CONTOH KASUS:
Sebuah perusahaan manufaktur memiliki struktur manufaktur antara lain: biaya bahan baku, biaya upah, biaya utilitas (listrik dan solar), biaya perbaikan, biaya perawatan, biaya bahan habis pakai, biaya penyusutan, biaya sewa pabrik serta biaya-biaya persediaan (mulai dari persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, sampai dengan persediaan barang jadi). Perincian seluruh biaya tersebut adalah sebagai berikut:
1.  Biaya Manufaktur (Rp):
Bahan baku                            30.450
Upah                                         6.500
Listrik dan Solar                          675
Perbaikan                                    385
Perawatan                                    250
Bahan habis pakai                      320
Penyusutan                              1.500
Sewa pabrik                                   20
2.  Persediaan Bahan Baku (Rp):
Persediaan Awal                      3.900
Persediaan Akhir                     3.750


3.  Persediaan Dalam Proses (WIP)  (Rp):
Persediaan Awal                      10.950
Persediaan Akhir                     10.700
4.  Persediaan Barang Jadi (Finished goods) (Rp):
Persediaan Awal                        8.000
Persediaan Akhir                       8.300

Pertanyaan: Berapa COGS ?

1.  Bahan Baku yg digunakan (Rp):
Pembelian                                       30.450
Ditambah, persediaan awal             3.900
Dikurangi, persediaan akhir            3.750

Jumlah                                            30.600

2.  Biaya Manufaktur (Rp):
Upah                                                 6.500
Listrik dan Solar                                  675
Perbaikan                                            385
Perawatan                                            250
Bahan habis pakai                              320
Penyusutan                                      1.500
Sewa pabrik                                           20
Jumlah                                            40.250
Ditambah persediaan awal WIP    10.950
Dikurangi persediaan akhir WIP   10.700

Biaya Produksi                               40.500
Ditambah persediaan awal              8.000
 (produk jadi)
Dikurangi persediaan akhir             8.300
(produk jadi)

COGS                                              40.200


       












EBIT = Laba sebelum bunga dan pajak
EAT = Laba setelah pajak
EBT = Laba sebelum pajak
Gross Profit Margin = Penjualan – Harga Pokok Penjualan
EQUITY = Modal sendiri
COGS = Cost Of Good Sold (biaya yg dibebankan pd
               Penjual setiap barang yg dijual pd pelanggan)
               Istilah lain adalah : harga pokok produksi.  
            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar