Sabtu, 12 Maret 2011

Proyek....

Obama juga bingung, project apa tuh...

jujur saya katakan, seringkali kita bicara "ndakik-ndakik", bicara di awang-awang ngalor ngidul ngetan ngulon. Kadang istilah-istilah yang kita pakai pun juga sangat ndakik. Saking ndakiknya, ketika ditanya sebuah definisi, ehhh...... capek deh, boro-boro ngerti dan paham apa itu definisi,.. tolah-toleh iya. Seakan lihat muka pada keheranan, sesama temen saling noleh, bukan mau tanya, tetapi seakan tidak percaya bahwa apa yang kita ucapkan sehari hari kita sendiri tidak tahu artinya. JTV dengan becak "ter-ter"nya seakan mewakili kebodohan yang kita miliki selama ini. Itulah sebenernya potret kita, potret yang suka ndakik-ndakik alias pede abis.


Ambil contoh, kita sering ngomong efektif dan efesien. Tapi ketika ditanya apa itu efektif, apa itu efisien, kita pada plonga plongo kayak ketek ketulup. Blom lagi pertanyaan lanjutannya, duluan mana efektif dan efisien? Hah,.... makanan apa lagi ini. Kayak ayam ma telor kali ya,.... mbulet kayak susur. Kadang kita juga sok jago dan seakan jadi konsultan, ketika ada temen yang sedang berkeluh kesah tentang usahanya yang lagi letoy alias bombay alias kembang kempis senin kemis. "Bro gimana ya usahaku sekarang kok tambah lesu saja", kita biasa ngejawab begini, "ah lu sih, tuh menejemen lu musti dibenerin, menejemen lu tuh pada gak bener, blom lagi menejemen SDM lu, pasti gue yakin ada yang tidak jalan dengan menejemen perusahaan lu"......

"mang gimana seharusnya menejemen usaha gue bro?",.... dan lagi sebelum lu jawab, gua nanya dulu apa sih arti menejemen itu?.......... blup..blup.... muke teman saya langsung merah padam, tolah-toleh seakan dia tidak percaya bahwa dia tidak paham apa itu menejemen. Padahal setiap detik, setiap jam, kata ini tidak pernah lepas dari cerocos mulutnya ketika ia menjadi "konsultan" tanda petik bagi temen-temennya.

Ato kalo tidak paham definisi, sering juga salah penempatan dalam pengucapan sebuah istilah. Ambil contoh begini. Pada sebuah perdebatan alur proyek, temen-temen kebingungan untuk merinci semua kebutuhan yang harus dipenuhi. "Kenapa kita tidak melakukan "check list" atas kebutuhan-kebutuhan itu, mestinya kita harus check list itu semua, sebab tanpa kita check list, kita akan berjalan di dalam gua kegelapan".

OMG,.... entah kepalaku yang adiktiv paramek ato kepala temenku yang gak waras alias pede abis. Masalahnya, menurut kepalaku, yang namanya check list itu adalah sebuah rangkaian kata benda. Ia menunjuk pada sebuah benda, bukan pada sebuah pekerjaan. Artinya check list ya lembaran hasil "kerja" to check. Kalo itu sebuah meja, maka check list ya mejanya, bukan proses membuat meja,... iya toh...betul nggak sih, aku tambah bingung sendiri akhirnya.

Pengalaman-pengalaman empirik seperti itu rasanya sudah jadi makanan sehari-hari. Bahkan tadi siang waktu waktu aku kuliah OM operation management, pada topik ke V tentang proyek, dosen kita pak Hadi menjelaskan apa itu proyek. Padahal, kita semua dah yakin kalo yang namanya proyek itu kita semua tahu. Sebab setiap saat setiap waktu kata proyek ini sudah sangat tidak asing, familier bahkan seakan menjadi kata kebutuhan bagi temen-temen yang kurang beruntung. "Bro, minta proyeknya dong..." ato, "lagi ngerjakan proyek apa sekarang ya"....
Untungnya pak Hadi gak nanya ma kita-kita duluan. Coba kalo kita ditanya, apa sih definisi proyek?, dah pasti kalo aku yang ditanya pasti akan kelimpungan. La wong setiap hari ngomongin proyek, eh ketika ditanya proyek kok malah gak tahu. Aneh kan?...Setelah kuliah selesai, baru aku paham itu apa yang namanya proyek. Cuma tidak aku tulis di blog ini. Mungkin nanti kalo lagi senggang kalee yaaa.....

Tapi bro,.... aku punya kebiasaan bagus juga sekarang. Habis kebingunan kulaih, pulang di rumah pasti buka internet, aku cari semua yang aku tidak tahu. Dan akhirnya, dari internet aku jadi tahu semua yang semula aku gak tahu. Tapi ngomong-ngomong internet, apa sih definisi internet itu?.........bingung lagi khan.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar